Jumat, 22 September 2017

Puisi pertama bertinta hitam (10)

Oktober kali ini aku mulai menulis 
Setelah dari sebuah perkenalan yang memakan waktu panjang 
Aku mengenalnya walau hanya sebatas nama dan pandangan 
Minggu kedua dibulan oktober yang masih bernuasa september 
Aku ingin menulis sebuah kata yang akan kurajut menjadi puisi..
akan kunamai puisi dengan "GERIMIS" 
tak perlu waktu lama aku memulainya 

Gerimis...

Pagi setelah malam yang menggelapkan
sebuah hari yang akan menjadi bahagia
kita melalui pertemuan yang sempit
Sajak ini lahir atas rasa yang kalah
Jujur aku sangat membenci gelap , tapi aku menyukai hujan
Aku bukan dilema melainkan aku tidak mau apatis
Kalaupun aku disuruh membuat pilihan, aku lebih menyukai gerimis
Dia datang sebagai pengingat sebelum aku menemukan hujan
Namun aku menemukan gerimis yang bukan lagi menjadi penginggat
Sekalipun aku sebut namanya pasti kamu akan kenal
Kalau kamu mau mengenalnya aku tidak keberatan, sama sekali..
Tak perlu waktu lama membahasnya karena aku takut dia bahagia
Salamkan aku pada dia gerimis yang kusebut namanya ," Kamu..."
Sekian rangkain singkatku pada hari ini,selamat membaca...
Sampai jumpa..
                                                                               Gerimis, 2014 Oktober 22 
                                                                                         

Kamis, 21 September 2017

Mahasiswa Almamater


  Hari ini Ahad penulisan akan sedikit berbeda dengan hari hari sebelumnya yang penuh romantika kasmaran dan juga pengkhianatan , iya dalam artian semua tulisan butuh sebuah catatan khusus yang harus berbau keras namun tetap menyinggung dengan kata yang lembut nan sopan 
 Tepat setelah para buruh terbangun dari pagi yang mulai menggeliat, mahasiswa sang pemikir cerdas masih berselimut dibalik kedingginan pagi yang baginya itu adalah kenikmatan, mungkin kuliahnya siang dan kita anggap itu adalah normal yang harus tidak terbiasakan.. jujur saat itu para penghisap uang rakyat tertawa karena akan ada generasi baru yang akan datang..

 Banyak para buruh dan tani yang mulai menggayunkan tangan kaki hingga jatuh keringat membasahi tangan, kepala ,kaki, sampai sekujur tubuhnya. Andai mereka memiliki kesempatan untuk memutar waktu mungkin mereka akan mengubah semua itu, namun percayalah ini bukan sebuah suratan takdir tapi sebuah anugrah..

Mahasiswa, ya betul dengan kedikdayaanya berdiri gagah seakan hafal semua hal yang dituliskan dan dingarkan, dengan bangga melepas kepulan asap namun patut di apresiasi karena mereka selalu berbicara sebuah perubahan yangmengarah pada ketidakadilan akan sebuah hal yang mencerdai kehidupan. percayalah banyak dari mereka yang membisukan atau terbisukan. 
 Almamatermu hanyalah sebuah pakaian mewah yang kau hargai mahal namun tak pernah kau kenal maknanya , statsus mahasiswa kamu hanya menambah catatan di sebuah lembaran keterangan penduduk yang kau sendiripun lupa.. sudahkah mahasiswa menjadi garda dari sebuah tatanan masyarakat ? ..

  Sampai pagi ini masih ada mereka yang sebenarnya berdiri namun tak pernah kita lihat, mereka punya suara mereka berfikir keras dan mereka berdedikasi ...namun maaf semua itu tidak dihargai.. banyak dari mereka menjadi cadangan yang menurut pandangan ada yang lebih baik..
 Menjadi cadangan di negeri sendiri itu adalah kebohongan dan sebuah pengkhiatan.. sehingga banyak dari mereka hanya menjadi penyebah almamaternya sendiri .

 Dan dalam paragraf akhir yang penuh dengan nuansa kritikan , harapan terbangun dalam sebuah usaha yang didlamnya ada proses dan doa,kalaupun semua pemikiran tadi hanya sebuah teori yang tidak dipraktekkan jangan salahkan kalo mereka yang berikir keras kecewa lalu menjadi pengkhianat bagi negeri sendiri. jadikan masa lalu menjadi penyesalan bukan hanya pelajaran.. 

Jumat, 15 September 2017

persimpangan

Tepat setelah lampu lampu meredup 
Setelah jalanan mensunyikan dirinya 
Aku mencoba berdiri di sebuah persimpangan 
Berdiri dengan dingin teramat di temani secercah cahaya bulan 
Aku diam..
Kalaupun harus memahami maksud diam ini 
jawban paling singkat tak pernah paham 
Sembari membandingkan kalau ini adalah pilihan 
Pikir cara paling mudah kalau ini dipaksakan
Namun pikir ternyata salah kalau hati tak terpakai 
Sebenarnya salah kalaupun terus aku membisu 
haruskah mengeluarkan kata sepatah atau mungkin dua patah ?
Andai isyarat cara terbaik untuk memilih 
Mungkin mulut aku tak perlu sesumbar menarik perhatian 
Tepat setelah aku mulai memahami pilihan 
Aku meninggalkan persimpangan dengan kemenagan 
untuk semua yang aku ragukan 
aku ucapkan selamat malam 

Minggu waktu berehat (9)

setelah hari jumat beralu dengan syahdu 
Hari sabtu lahir setelahnya dan minggu menyyusulnya 
Iya minggu , yang jelas tanggal merah yang menandakan itu libur 
Hari ini memang sedikit baik, ketimbang jumat lalu sabtu 
awan cerah menerka sejak ayam menjerit semangat menyambut mentari yang  terbit 
Hawa sedikit panas ketika semua terbangun dari habitat terbetah yang pernah ada (kasur)
Kasur adalah habitat terbaik di hari minggu yang menjadikanya surga bagi mereka yang lelah  
Setelah terbit mata hari yang mengguning aku terbangun tepat pukul tujuh lewat duapuluhtiga 
Dalam benakku kala pagi itu hari ini minggu apakah semua bahagia atau hanya segilintir orang saja 
Aku bangun mengambil segelas air putih tak hangat dan tak dingin 
Hari ini hari yang berehat dengan segala rasa dan juga lelah
Setelah aku melupakan segala hari yang penuh bahagia dan juga kecewa 
Hari ini aku sengaja menyediakan waktu untuk diriku sendiri 
Sempat aku tersadar beberapa saat menginggat hati yang tertinggal 
"Kalaupun aku datang menemui seseorang , aku berharap pertemuan itu dengan kamu" 
" iyakah ? kata najwa 
" iya najwa, kamu tidak percaya ??"
" tidak aku tahu kita terus bertemu, tapi kita hanya bertemu"
" tidak apa apa asalakan setiap hari bukan setahun sekali" jawabku sambil tertawa ketika itu
" kamu teralu membahagiakan pertemuan, tanpa mengharukan peprpisahan, aku ini sesaat temanmu di masa sekolah" jawab najwa dengan tatapan yang khasnya 
Seketika aku menginggat percakapan singkat yang terjadi di sela hujan bulan lalu 
Apakah aku teralu berharap bertemu tanpa memperdulikan perpisahan ?
yasudahlah lebih baik aku simpan untuk jawaban yang tertunda 
Waktu aku hari ini memang berehat untuk hati dan untuk kamu 
Selamatt hari minggu semoga senin kamu memakai topi berdasi 
Agar aku melihat kamu di antara barisan barisan rapi 
selamat beristarahat

Kamis, 14 September 2017

sakit awal oktober (8)

Pagi kali ini cuaca sedikit berubah 
Setelah hujan di penghujung bulan september yang dingin.
Tiba saatnya oktober datang menyambut pagi 
Jalanan sepi seakan oktober adalah bulan yang sepi
Aku berangkat setelah subuh yang dingin 
Dengan  jaket bermotif tebal menjadi penghangat 
Hangat, tidak tentunya karena dingin ini masif dan aku menyerah
Suasana sekolah hanyut seperti air yang mengalir 
Pagi di awal oktober yang dingin
Setelah melewati pagi yang dingin lalu menjelang siang yang mulai hangat
Aku masih dikelas dengan buku buku yang bisa dikatakan menyebalkan
Saat setelah matahari sedikit datang sekolah pun bubar karena hari ini jumat 
Sembari berjalan menyelusuri lorong anak kelas satu aku agak sedikit melambat 
Lorong begitu padat karenq mereka masih baru saling kenal setelah masa masa putih biru
Beberapa panggilan sempat memanggilku "Dan apa kabar", "Dan kok buru" mau kemana?"
Aku  menjawab semuanya walau agak tergesa gesa
Dan sampailah aku diucapan gerbang selamat jalan 
Jujur saat itu aku merasa dingin yang teramat 
Setelah tak lama sampai di jalan keluar aku bertemu 
ya najwa gadis wanita anak alam 
Dari belakang aku melihat dia dengan jaket putih tak bermotif 
Aku melihat erat tangan memuluk raga seakan dingin ini menusuk dalam
"hai bagaimana kabarmu baik hari ini ?" tanya aku 
" Antara baik dan buruk" kata najwa  
" iyakah, kalau antara kamu pasti condong ke buruk " kataku 
" kalau aku menjawab antara aku memilih berlaku adil pada diriku sendiri" kata dia sambil menelusuri langkahnya
wajahnya tampak sedikit pucat namun tak pasi 
Dan tanganya tampak dia masukkan lebih dalam disela antara jaket supaya hangat tercipta 
" Kamu sakit ?" tanyaku sedikit pelan
" tidak cuma aku sedikit kalah dengan virus yang mau menyerang aku " dia tertawa sedikit ketika itu
" berarti kamu harus minum obat " kata aku 
" Aku bukanlah sakit yang kamu bayangkan , aku baik dan baik baik saja " 
" kamu mau aku belikan sesuatu ?" tanya aku sambil berdiri untuk menghibur dia\
" tidak tidak usah kamu tidak perlu memanjakan virus aku ini, takut dia betah dan tidak mau pergi biarkan dia menikmati sesaat" kata najwa
" oh ya seperti itu ya , aku malah baru tau virus gitu" jawabku sambil tertawa sedikit melihatnya 
kami diam sambil menikmati hari yang semakin mulai menimbulkan hangat 
Hanya sekali mobil lewat beserta anak anak berkendara roda dua bermesin bergegas pulang 
Mungkin aku bersyukur aku belum menikmati roda dua bermesin
Kalaupun aku memiliki itu untuk pertama kali aku harap yang duduk dimotorku setelah keluargku yaitu najwa 
Impian yang aku ucapkan barusan adalah doa yang kuharapkan beriringan 
 Dengan Doa hilangnya pucat di wajah najwa yang melebur dengan awal bulan yang hangat 
Dan untuk virus yang disebutkan tadi aku harap kamu tidak betah cukup aku iya aku.

Minggu, 03 September 2017

Hujan di peghujung september (7)

seperti biasa langit itu kalo tidak hujan ya cerah 
Kalaupun di penghujung bulan hujan akan turun itulah hujan penghujung bulan septemeber
Aku seperti biasa selalu datang bukan pagi tapi percayalah tidak telat 
Selasa adalah hari berat diawal permingguan ditambah tanggal yang sudah menua
Aku tahu anak sosial sealalu gembira walaupun itu hujan panas sekalipun badai 
namun aku tak tahu anak alam apakah mereka seperti itu ??
Siang itu memang langit sedikit mendung namun tak adah celah menerkah 
Aku tahu ini pasti hujan, bukan sok tahu namun sepertinya begitu...
begitu aku selesai berkemas dengan  buku yang pasti sudah buram 
hujanpun turun namun tak lebat hanya sekedar rintik yang sangat dingin..
Aku mulai berjalan menyelusuri jalan" keriangan di saat hujan 
Tergesa gesa menuju tujuan yang setiap hari aku tunggu 
tepat saat hujan lebat aku sampai didepan tempat pemberhentian angkot 
Ketika aku mulai melihat kanan tak lupa kiri ternyata sepi 
Najwa tidak ada....
Aku diam sambil berkata "kalaupun hujan ini lama , aku harap sebentar saja"
Tepat saat aku berkata semua hening hanya bunyi air serta harum tanah '
Lebatt iya lebatt... aku rasa ini lelah yang aku dapat dari kerinduan.
Hampir sepertiga siang hujanlah yang paling setia yang lain tidak..
Yang jelas aku mulai kelaparan , kehausan dan kelelahan 
Aku harap dan terus berharap matahari datang kalau bisa bulan juga agar lebih cerah  
Namun doa aku dijawab namun dengan hal yang tak terduga 
Aku melihat sedikit ke arah kanan ketika kudengar langkah berisik dari belakang
" Kau tahu tidak ada yang lebih rindu dari pada menunggu hujan" kata najwa dengan baju yang basah 
"  kamu ?? kok basah begitu ??..
" ini alasan aku menyukai hujan karena aku benar" menyukainya.."

aku diam sambil kembali melihat hujan namun dengan hati yang tentu senang 
" hujan cukup membuat aku menjadi orang yang paling bahagia di dunia", kata najwa sambil melihatku senyum
" iya begitu kenapa??"
" setiap air yang jatuh kedepan tatapanku , aku merasa doa aku tekabulkan " kata najwa sambil menatap hujan
" mungkin aku juga begitu aku menyukainya mulai dari kemarin " kata aku diam 
" kemarinn ? kamu telat untuk menyukainya. namun kamu beruntung mengenalnya" jawab najwa 
setelah percakapan itu terasa hening suasana beberapa saat 
"  kamu tidak dingin najwa ?? tanyaku 
" tidak syahdan , aku tidak merasakan itu"
" jangan bohong najwa, aku tahu kamu dingin, kataku"
" tidak syahdan, kalapun aku dingin aku akan memintamu untuk menjauh dan aku pergi"
" kok bisa begitu ?? aku salah ??.. tanyaku
" tidak syahdan, aku dingin disaat semua orang pergi tapi aku yakin semua orang tidak begitu"
" aku disinii" jawabku
" iya aku tahu, aku akan bilang terima kasih" jawab najwa
" untukk?"
"untuk hujan yang datang di penghujung bulan september "
tepat saat itu angkot lewat setelah lama kami menunggu .. 
Dan yang ingin aku katakan di akhir perjalanan ini 
" terima kasih hujan di penghujung september"

Yang terbaik dari pergi dan pulang 
Meninggalkan pamit 
yang terburuk dari pergi dan pulang 
Meninggalkan rindu 


Januari -Desember
040917




Rabu, 30 Agustus 2017

Teka teki

Dalam lupa pernah kamu datang..
Dalam ingat juga pernah kamu datang..
Seperti kamu memberikan teka teki dalam ratapan panjang 
Hal yang pernah membuatnya larut dalam kesenangan 
Namun meneinggalkan sebuah jawaban kecemasan 
Membuat teka teki seakan tak meninggalkan jawaban
Namun membuat petanyaan  paling membingungkan 
Aku terus membaca alur dalam pertanyaan yang kamu tanyakan
sendiri hanya berteman dengan masa lalu adakah kesalahan 
Andai ada kesempatan mungkin aku akan melupakan 
Namun sudahlah ...teka teki kamu sudah mulai membosankan 
Aku memang bukanlah jawaban dari semua yang kamu tanyakan 
Dan kamu bukanlah pertanyaan yang harus aku berikan jawaban 
Andai teka teki kamu semudah menemui hujan 
Mungkin aku tak pernah menemui sebuah perpisahan



 Shafy

Aku syahdan anak sosial (6)

Setelah jalan di sore itu 
Semua tampak senang dan bahagia tentunya 
Sangat berharap hari ini cepat beralu mungkin berharap tidak ada hari minggu 
Sampai senin itu tiba
Hari dimana upacara itu dilakukan sebagai mana biasanya
Tentunya pasti malas tapi dia yang membuat aku tidak  malas 
Dia najwa anak alam..
Pagi itu biasa pasti selalu terik kalau senin datang 
Aku berangkat dari rumah yang tentunya masih menggunakan kendaraan paling hebat "angkot"
Hari itu aku tahu dan pasti yakin bahwa pasti aku akan melihat najwa 
seyakin itu?? iya sangat yakin sekali..
Tepat saat itu melewati jalan sempit..
Disana aku melihat dia,ini tidak sengaja tentunya.. supir ini hebat....
"pak tolong hentikan sebentar ,
" iya dek siap .. kata pak angkot ..
Lalu aku turun dengan muka polos seperti kangkung polos
"Hai najwa, kamu mau berangkat?"
" iya gituu.. kenapa ? mau ngajak berangkat bareng ??
Aku diam dan agak sedikit malu 
" iya najwa.," kataku sedikit gugup dan berharap dia mau ikut
" Aku tidak mau ikut.."
" kenapa??.."
" aku mau ikut supir angkot bukan ikut kamu" dia sambil senyum dan berjalan ke arah angkot 
Aku mengikuti dia senyum dibelakang dia
" kamu senang ?? kata najwa tiba"
" tidak begitu biasa sajaa.." kataku
" yasudah aku turun.."
" jangan" katakuu
lalu dia diam dan kembali menikmati debur angin angkot yang sejuk
"kamu tahu kenapa aku suka naik angkot ??" kata najwa
" tidak tahu" kataku
" aku bisa mengenal banyak orang, termasuk kamu .. kata najwa "
" oh , begituu.."
Diam najwa, lalu dia mengambil sebuah kertas sambil mengambil pulpen warna biru
Lalu kulihat dia menulis sebuah kata atau beberapa kalimat..
Lalu  dia kasih ke aku dengan sedikit tersentum
Dan tulisannya membuat aku terkejut
" assallammualaikum, mungkin ini waktu yang tepat untuk aku mengenal nama kamu.. boleh aku tahu nama kamu?? ..
Lalu kutulis dengan pena hitam 
" aku tahu kamu pasti akan menanyakan itu.. kenalkan aku syahdan anak sosial. walaikumsallam"
Lalu aku berikan najwa kertas tadi ..
" itu nama aku, kataku sambil melihat najwa"
" oh ini .. biasaa aja sih namanya" dia ketawa sedikit karena masih pagi
" iya biasa, kalau istimewa pake telor dadar" kataku sambil ketawaa sedikit 
" kamu anak ips??"
" iya gituu, kenapa keliatan cocok kalo aku anak ips?"
" ngak kamu ngak boleh ngomong gitu. aku tidak suka "
" maaf, aku cuma bercandaa."
" iya aku tahu, tapi ips sama ipa itu sama cuma yang ngebdainya nama wali kelasnya aja" kata najwa sambil ketawa
tak lama dia bicara mobil unik ini sampai ke tempat peraduan yang bernama sekolah..
dia turun namun langsung pergi sambil membawa kertas ..
Dan itulah akhir pagi yang sederhana tapi menyenangkan.. pagi senin 

Sabtu, 26 Agustus 2017

Najwa Jalan sore (5)

siang aku balik dengan hati cerah 
senyum sendiri tapi bukan gila..
Masih aku tahu namaya "aku najwa" nama itu indah 
Aku senang bisa tahu namanya .
Bisa aku sapa setiap hari dengan aku panggil"najwa"
Sore itu sebelum senja turun aku pergi ke toko sebut saja "toko sore"
Aku pergi dengan roda dua berantai tapi tidak pakai mesin..
Aku menggayuh sedikit lambat karena cepat pasti melelahkan.
Dari jauh aku melihat seorang seperti aku mengenalnya 
Dia memakai kaos berlengan yang panjang jilbab putih terusan dan terakhir sandal jepit!!
Agak aku cepat kayuh supaya tidak banyak waktu yang terbuang.
Ternyata benar itu dia, dia yang baru aku tahu namanya 
"Najwa,kamu ngapain ??" kata aku sambil turun dari doa dan aku dorong supaya sama
Dia sedikit terkejut dengan melihat aku dengan tatapn yang agak curiga.
" oh kamu, ketemu lagi ntar bosan"
" tidak, aku malah seneng ketemu lagi.
" kalo aku tidak gimana ??" tanya dia 
" Itu tidak mungkin..." jawab aku.
" yasudah aku mau kamu pergi tapi jangan jauh"
" kenapa kamu beneran suruh aku pergi?" kata aku
" Tidak.. kalo aku suruh kamu pergi aku tarik nama aku supaya kamu lupa"

"  Emang bisa ? kan aku ingat nama kamu.."
" Bisa, aku akan menghilang , maka kamu lupa"
aku terkejut dengan jawaban dia tadi..
"Tapi tenang.. untuk sekarang tidak namun belum tahu besok" kata dia 
" kamu memang mau pergi besok?" kata aku 
"tidak aku tidak kemana mana dan tidak pergi"
"lalu kenapa?"
" bertemu itu sebentar tapi pergi itu yang lama, jadi aku tidak janji"
Dia lalu agak pergi dengan jalan cepat 
terus aku kejr dengan dorong roda dua ini dengan cepat dan agak lelah
"Tunggu najwa..!! .
" iya sini cepat, jangan kayak siput makanya , dia ketawa sedikit.
" kamu ketawa ya berati kamu senang ??"
" Tidak, kamu itu sama sekali ngak lucu"
Aku agak sedikit diam dan agak sedikit malu..
" kamu tidak lucu tapi kamu menghibur, jadi aku senang..kata dia
" oh begitu, aku akan berusaha besok atau lusa supaya aku lucu, aku tertawa sedikit
" jangan, aku tidak suka kamu berpura pura membuat aku bahagia, aku menghargai apapun itu..
" oh iya maaf ,
Itu percakapan terakhir aku , pecakapan yang sangat menyenangkan di jalan soreku yang tak terduga..
Bertemu dengan dia, dia  yang aku kenal tanpa sengaja, dia yang baru aku tahu namanya. dan dia yang baru tertawa walau itu sessat..
Aku harap dia berharap 
Bertemu lagi tak usah besok , yang penting aku tetap bertemu kamu
sampai jumpa..
 

Najwa Anak Alam (4)

Hari ini hari sabtu.
Yang pasti hari cepat untuk segera pulang dan duduk menunggu
Aku harap pagi ini cepat, bukan aku benci pagi
Karena ada siang yang selalu aku tunggu di setiap hari 
Akhirnya bukan bel yang berbunyi namun toa bersuara 
"pengumuman anak anak belajar dirumah".
Aku tahu itu menyenangkan jangan ditanya lagi..
Kali ini aku keluar gerbang dengan jalan yang biasa 
Aku berjalan sembari melihat mereka yang keluar dengan roda dua 
Tepat dibelakang aku mendengar suara yang aku kenal
"Mereka tidak romantis,hanya sekedar berboncengan tapi tak pernah menatap''
Aku diam dan agak berhenti sambil menoleh kebelakang 
Aku lihat kamu yang belum pernah aku kenal namanya..
"kamu masih berteman dengan dingin?'' kata dia
"tidak, dia sudah pergi.. kata aku .
"Baguslah.tidak baik bertahan teralu lama.."
"kenapa ??.." 
" karena dingin itu sakit , kamu harus tahu itu!!"
Aku diam dan terus berjalan ..
Sampai di penghujung jalan langkah aku dan kamu sama
Aku harus tanya  nama sekarang. karena itu penting!!..
" boleh aku tanya sesuatu??" kata aku.
"boleh asal pertanyaan kamu bukan untuk nama"
" kalo aku menanyakan itu gimana?"
"aku harus menjawabnya.."
" yasudah, nama kamu siapa ?"
"maaf, sebuah nama butuh perjuangan untuk kamu ketahui" kata dia.
Aku kembali bingung apa yang dikatakan 
Aku ambil sebuah kertas dan pena warna hitam , lalu aku tuliskan 
"Asslammualaikum, boleh aku mengenal kamu??
Aku sedikit melihat dia dengan senyum sambil memberi kertas..
Dia mengambil sebuah pena dengan warna biru ,lalu dia tuliskan
"walaikumsallam,boleh namaku Najwa anak alam"
Aku sedikit heran dengan namanya itu mungkinkah dia bohong??
"anak alam apa yang kamu maksud itu?" tanya aku 
"anak alam itu artinya ilmu pengetahuan alam. aku tidak suka menyebutnya seperti itu"
" bisa begitu?''
"bisa karena aku suka., jadi aku bebas..panggil saja aku najwa..
"iya najwa, kata aku dan agak sedikit heran"
"Kenapa kamu tidak suka nama aku najwwa? ganti saja.."
" tidak gitu, cuma aku heran kenapa kamu tidak menanyakan balik nama aku?"
" aku tidak suka menanyakan sebuah nama.." 
" kenapa ??"
" cepat atau lambat pasti aku tahu nama kamu atau mungkin tidak ".
Aku hanya bisa terdiam dan agak sedikit malu telah menanyakan itu tadi
"kenapa kamu tertunduk?'' melihat semut ?" kata dia
" tidak aku cuma heran kamu tidak mau nama aku kenapa?"
" oh gitu. mau tau kenapa..?"
" mau ... kata aku 
" aku mengenal kamu sebagai orang yang baik, aku tidak butuh nama kamu asal kamu tetap baik".
Aku diam sambil tersenyum kembali melihatnya.. 
Diam pun senyum walaupun sedikit yang penting aku lihat..
Tak lama mobil biru lewat dengan pintu masuk satu panggil saja "angkot"
"Najwa, aku balik dulu ya..
" iya , aku lihat dan aku tahu.." dia sambil tersenyum.
Aku naik kedalam..
Hari ini sabtu aku meninggalkan dia sendiri dan aku tahu namanya.
terima kasih .......

Puisi pertama bertinta hitam (10)

Oktober kali ini aku mulai menulis  Setelah dari sebuah perkenalan yang memakan waktu panjang  Aku mengenalnya walau hanya sebatas nama da...